SUKAMARA — Debit air Sungai Jelai di Kabupaten Sukamara mulai surut akibat cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga untuk memancing berbagai jenis ikan air tawar yang mulai banyak ditemukan di alur sungai.
Aktivitas memancing dilakukan warga menggunakan perahu kecil maupun dari lanting-lanting di sekitar sungai. Warga biasanya memancing sejak sore hingga malam hari untuk mendapatkan ikan dan udang sungai.
Salah seorang warga, Maruf, mengatakan saat ini ikan lais mulai banyak ditemukan sehingga aktivitas memancing warga semakin ramai. Selain ikan, pemancing udang juga mulai berdatangan untuk memanfaatkan kondisi sungai yang sedang surut.
Menurut warga lainnya, Andre, kondisi tersebut berkaitan dengan pola pergerakan ikan. Ketika debit air sungai tinggi, ikan cenderung masuk ke kawasan rawa untuk berkembang biak. Saat air mulai surut, ikan kemudian kembali berkumpul di sungai utama maupun anak sungai sehingga lebih mudah ditemukan warga.
Sungai Jelai sendiri memiliki panjang sekitar 200 kilometer dengan lebar sekitar 100 meter. Sungai tersebut tidak hanya menjadi jalur transportasi masyarakat, tetapi juga menjadi batas wilayah antara Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Aktivitas masyarakat dari Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, turut berlangsung di sepanjang sungai tersebut. Selain sebagai jalur transportasi, Sungai Jelai juga dimanfaatkan warga untuk mencari ikan.
Kondisi Sungai Jelai yang relatif masih alami karena minimnya permukiman di sepanjang bantaran membuat sungai tersebut menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar, seperti udang sungai, kelabau, lais, baung, batutu, gabus, sepat, dan saluang. (AR/PBUN24JAM)






