Portal berita lokal yang dekat dengan AndaSenin, 19 Oktober 2026
Beranda / Kabupaten Sukamara
Kabupaten Sukamara

Gali Filosofi Baju Adat, Bupati Masduki Dorong Penguatan Identitas Budaya Sukamara

17 Oktober 2026 · Administrator · 2 views
Gali Filosofi Baju Adat, Bupati Masduki Dorong Penguatan Identitas Budaya Sukamara

SUKAMARA, PBUN24JAM.COM – Bupati Sukamara, Masduki, mendorong penggalian sejarah dan filosofi pakaian adat daerah sebagai upaya memperkuat identitas budaya serta melestarikan warisan leluhur Kabupaten Sukamara. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Baju Adat Daerah Kabupaten Sukamara di Gedung Kesenian Budaya, Sabtu (17/10/2026).

Seminar yang diinisiasi Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Sukamara bersama panitia tersebut menjadi forum untuk menggali nilai-nilai sejarah, mengenali filosofi, serta merumuskan identitas pakaian adat yang mencerminkan karakter dan kekhasan masyarakat Sukamara.

Dalam sambutannya, Masduki menyampaikan apresiasi kepada Dewan Kesenian Daerah dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya menggali identitas pakaian adat merupakan bagian penting dari pelestarian kekayaan budaya lokal yang perlu dijaga secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, pakaian adat tidak hanya memiliki nilai keindahan dan keunikan dari segi penampilan, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, norma, serta jati diri masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Karena itu, upaya mengenali dan menetapkan identitas baju adat Kabupaten Sukamara merupakan langkah penting untuk memperkuat jati diri daerah sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Masduki berharap, seminar tersebut dapat menjadi ruang diskusi yang produktif bagi para peserta untuk menggali sejarah dan filosofi pakaian adat Sukamara secara lebih mendalam. Melalui pembahasan bersama, diharapkan dapat dirumuskan kriteria dan identitas pakaian adat yang benar-benar merepresentasikan karakter serta kekhasan daerah.

Ia juga mendorong agar hasil seminar dapat menjadi landasan dalam penggunaan pakaian adat secara tepat, baik pada kegiatan resmi pemerintahan maupun berbagai kegiatan kebudayaan di Kabupaten Sukamara.

Menurutnya, penetapan identitas pakaian adat tidak semata-mata berkaitan dengan bentuk, corak, atau unsur busana, tetapi juga menyangkut upaya menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap kebudayaan daerahnya sendiri.

“Karena kegiatan ini bukan hanya menentukan identitas pakaian adat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya daerahnya sendiri, terutama di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Lebih lanjut, Masduki menekankan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku seni dan budaya, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Sinergi tersebut diperlukan agar warisan leluhur tidak hanya menjadi bagian dari catatan sejarah, tetapi juga tetap dikenal, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Melalui seminar ini, Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap identitas pakaian adat daerah dapat dirumuskan secara lebih jelas dan menjadi salah satu representasi kekayaan budaya lokal. Dengan demikian, pakaian adat tidak hanya menjadi simbol dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat jati diri, memperkenalkan karakter daerah, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya Kabupaten Sukamara.

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAHGUBERNUR KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAH

Berita terkait