Pbun24jam,Kotawaringin Barat- Dampak kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas di Kabupaten Kotawaringin Barat mulai mengancam kesehatan masyarakat. Paparan kabut asap pekat yang menyelimuti pemukiman warga menyebabkan sejumlah penduduk, khususnya anak-anak dan lansia, mengalami gangguan pernapasan.
Kabut asap tipis hingga tebal kini saban hari menyelimuti wilayah Kotawaringin Barat akibat kebakaran hutan dan lahan yang terus meluas. Bau menyengat bekas pembakaran kayu dan semak belukar tidak hanya mengganggu pandangan, tetapi juga mulai menyerang kesehatan warga harian.
Pusat-pusat layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit mulai mencatatkan peningkatan jumlah pasien dengan keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk, hingga iritasi mata. Sebagian besar warga mengaku mulai merasa sesak napas saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan sore hari.
Suasana pagi di kawasan Pangkalan Bun dan sekitarnya kini tak lagi cerah. Bau menyengat tajam bekas terbakarnya lahan gambut menyeruak hingga ke dalam rumah-rumah warga. Jarak pandang di jalan raya merosot tajam hingga tersisa beberapa ratus meter saja, mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Irfansyah selaku salah satu warga yang jugaa ikut berjibaku memadkan api mengatakan, Sudah beberapa hari ini asap tebal sekali, apalagi kalau pagi. Dada terasa dada sesak dan tenggorokan sakit. Anak-anak juga mulai pada batuk dan flu karena bau asapnya menusuk sekali,Ungkapnya"






