Portal berita lokal yang dekat dengan AndaSenin, 19 Oktober 2026
Beranda / Nasional
Nasional

Lahan TNTP Membara 513,8 Hektare, Karhutla Kalteng Terbesar se-Indonesia

13 Oktober 2026 · Administrator · 15 views
Lahan TNTP Membara 513,8 Hektare, Karhutla Kalteng Terbesar se-Indonesia

JAKARTA,Pbun24jam – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan atensi khusus dan instruksi tegas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah, dengan fokus utama di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin langsung oleh Presiden secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luas lahan yang masih terbakar di enam provinsi mencapai 639,23 hektare. Khusus di wilayah TNTP, tercatat temuan titik api baru seluas 513,89 hektare yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan bahwa medan kebakaran di TNTP sangat menantang karena lokasi titik api yang terpencar di kawasan rawa serta sulit dijangkau oleh kendaraan darat. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi habitat bagi satwa liar yang dilindungi, termasuk orang utan dan buaya, serta masih terdapat kunjungan wisatawan mancanegara.

"Mobil tidak bisa masuk. Perlu tambahan pompa kecil, alkon. Perlu kurang lebih 50 mesin alkon," lapor Pangdam.

Merespons kendala tersebut, Presiden Prabowo langsung melipatgandakan bantuan logistik pemadaman darat secara sigap. Kepala Negara memutuskan untuk mengirimkan 200 unit mesin alkon serta menggelontorkan anggaran senilai Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik sumur bor air dengan estimasi kedalaman 10 hingga 15 meter per titik.

Di sisi lain, upaya pemadaman melalui udara terkendala oleh jarak pandang atau visibility akibat ketebalan asap yang mencapai ketinggian 6.000 hingga 7.000 kaki, sehingga membuat penerbangan helikopter water bombing (WB) dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Pangkalan Bun, belum bisa beroperasi secara maksimal. Terkait hal ini, pihak BMKG menyampaikan inovasi teknologi pemecah asap menggunakan dry ice (es kering) yang pernah diteliti bersama Thailand guna membuka kembali jalur visibilitas penerbangan.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Presiden Prabowo menginstruksikan penguatan mitigasi berbasis tapak bawah dengan mengaktifkan kembali kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di 12.400 desa bergambut yang dikoordinasikan bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Presiden juga menegaskan rencana perekrutan 70.000 personel Polisi Hutan di bawah Kementerian Kehutanan untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan di masa mendatang.

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAHGUBERNUR KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAH

Berita terkait