Portal berita lokal yang dekat dengan AndaSenin, 19 Oktober 2026
Beranda / Pemprov Kalteng
Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Datangkan 150 Ton Beras Premium untuk Kendalikan Inflasi

13 Oktober 2026 · Administrator · 10 views
Pemprov Kalteng Datangkan 150 Ton Beras Premium untuk Kendalikan Inflasi

PALANGKA RAYA – PBUN24JAM.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mendatangkan 150 ton beras premium dari Makassar, Sulawesi Selatan, melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk memperkuat pasokan, menjaga stabilitas harga beras, dan mengendalikan inflasi di tiga wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas.

Penguatan pasokan tersebut dilakukan melalui sinergi Pemprov Kalteng, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Perum BULOG Kanwil Kalimantan Tengah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kegiatan Penguatan Pasokan dan Distribusi Beras berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (13/10/2026).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Anang Dirjo, saat membacakan sambutan tertulis Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, mengapresiasi langkah cepat dan sinergi Bank Indonesia bersama BULOG dalam memastikan ketersediaan pasokan beras di daerah.

Dalam sambutan tersebut, Edy menegaskan bahwa pengadaan beras melalui program FDP merupakan langkah strategis untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan, bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa.

“Pengadaan ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa, melainkan intervensi strategis untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga pangan. Kami meminta seluruh pihak memastikan beras ini terdistribusi tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Edy juga meminta TPID dan seluruh pihak terkait mengawal kelancaran distribusi beras, khususnya ke Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. Koordinasi antarlembaga dinilai penting untuk mencegah hambatan distribusi yang berpotensi memengaruhi ketersediaan pasokan dan harga beras di pasaran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa program FDP merupakan langkah konkret untuk merespons tekanan inflasi, terutama yang bersumber dari komoditas beras.

Melalui program tersebut, Bank Indonesia memfasilitasi biaya angkut agar pasokan beras dari daerah produsen dapat didatangkan dengan biaya distribusi yang lebih terkendali. Dengan demikian, harga jual beras di wilayah tujuan diharapkan lebih terjangkau, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, menyampaikan bahwa 150 ton beras premium tersebut dialokasikan untuk tiga wilayah. Kota Palangka Raya memperoleh 75 ton, Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 50 ton, dan Kabupaten Kapuas sebanyak 25 ton.

Menurut Erwin, pengadaan beras dari Makassar dilakukan untuk memperkuat ketersediaan beras premium di Kalimantan Tengah, mengingat masih terbatasnya infrastruktur produksi beras premium di daerah tersebut.

Program FDP ini menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah yang memiliki wilayah luas dan jarak antardaerah relatif jauh. Melalui kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, BULOG, dan TPID, distribusi beras diharapkan semakin lancar, tekanan harga pangan dapat dikendalikan, dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah, asisten dan staf ahli gubernur, serta jajaran TPID Provinsi Kalimantan Tengah. FP/PBN

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAHGUBERNUR KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAHVISI MISI KALIMANTAN TENGAH

Berita terkait