SUKAMARA — Masyarakat Kabupaten Sukamara menggelar salat istisqa di halaman Masjid Agung Ad Durrun Nafis, sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kegiatan ini diikuti Bupati dan Wakil Bupati Sukamara, unsur FKPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga, serta sejumlah pelajar.
Salat istisqa tersebut diimami H. Busairi, sementara khotbah disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukamara, H. Akhmad Mujiyono.
Bupati Sukamara Masduki menyampaikan bahwa salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar dan kesadaran manusia untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kemarau dan kekeringan. Ia berharap hujan yang turun nantinya membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat.
Selain berdampak terhadap ketersediaan air, kemarau berkepanjangan juga menjadi perhatian karena meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta munculnya asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak bersama-sama memohon agar hujan segera turun sehingga dapat membantu menyuburkan tanah, mengisi sumber air, menyelamatkan tanaman, serta mendukung kehidupan masyarakat.
Masduki juga mengingatkan bahwa doa perlu diiringi dengan ikhtiar nyata. Masyarakat diminta menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi kemarau. (AR/PBUN24JAM)






